Tadi Pak Kyai mengupas tema kemiskinan di pengajian pagi hari
Ada banyak hal mencuat soal ini
Jadi sadar betapa miskinnya pengetahuan ku soal kemiskinan
Orang tak berdaya yang tak sudi meminta disebut orang fakir
Orang tak mampu yang meminta disebut miskin
Itu terminologi fiqih
Islam menilai si fakir lebih kuat secara mental dari si miskin
Tapi, meskipun demikian, ingat
Kaadal faqru an yakuuna kufran
Kondisi fakir bisa mendekatkan kepada sikap kafir
Kapan?
Ketika si fakir kemudian berfikir bahwa Allah sama sekali tidak menurunkan nikmat-NYA kepadanya. Padahal nikmat Allah sesungguhnya sudah berlimpah, kalau ia mau menyadarinya.
Orang yang berkemampuan diprioritaskan untuk membantu yang fakir daripada si miskin
Kenapa?
Si miskin sulit untuk berhenti meminta, meskipun kebutuhannya kini sudah tercukupi dari si pemberi. Ia kecanduan meminta, tak kuasa untuk berhenti
Begitu, mungkin salah satu dari alasan kenapa ada fatwa MUI yang melarang kita memberi pada peminta-minta yang ada di mana kita berada
Aku tidak tahu persis soal ini, karena miskinnya pengetahuanku soal rantai kemiskinan ini
Aku ingat dulu di masa kecilku, siapa-siapa yang fakir saat itu dan siapa yang berkemampuan
Aku sadar kini, pas pulang kampung, di antara mereka ada yang berhasil mengentaskan dirinya dari situasi lama
Memang,
Ada orang fakir yang masih berfikir akan lebih berdaya dan berkemampuan di kemudian hari, jika ia berusaha
Ada orang tak mampu yang tetap berfikir ia tercipta sebagai orang miskin
Itulah perbedaan yang lebih esensial antara si miskin dan si tidak miskin.
Jika si fakir berfikir positif tentang nasib
Maka, ia mungkin berani untuk melukis sketsa nasibnya di kemudian hari
Karena ia yakin bahwa ”Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri”
Apakah kemudian bisa disimpulkan bahwa yang perlu disingkirkan adalah berfikir menjadi miskin?
Aku juga miskin soal ini
Sistem sosial pun mengenal energi aktivasi
- Aktivasi pengetahuan
- Aktivasi mental
- Aktivasi sarana dan prasarana
- Aktivasi tatanan sosial
- Aktivasi modal
Ia menjadi pemicu awal, sentakan untuk mulai berubah dalam berfikir dan bertindak
Ia menjadi dorongan menuju keadaan yang memudahkan si miskin menetapkan niat dan komitmen untuk menjadi tidak miskin
Ah,
Hubungannya menjadi tidak sederhana
Setiap aktivasi membutuhkan support dari si empunya kewenangan dan tanggung jawab
Tapi, mustinya bisa dimulai
Karena landasan idealnya sangat kuat
1. ”Orang miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara” (kalau tidak salah)
2. Keberpihakan sistem nilai islam pada fakir miskin
Kapan?
Saat ini juga dari setiap kita yang mengaku beragama
Apa?
Segala upaya kreatif untuk membantu si fakir mau berubah untuk tidak miskin, setidaknya dalam pemikiran dan mental, sehingga fakir tidak berubah menjadi kafir
Wallahu a’lam