Posted by: Slamet Santoso | 27 October 2010

Miskin

Tadi Pak Kyai mengupas tema kemiskinan di pengajian pagi hari
Ada banyak hal mencuat soal ini
Jadi sadar betapa miskinnya pengetahuan ku soal kemiskinan

Orang tak berdaya yang tak sudi meminta disebut orang fakir
Orang tak mampu yang meminta disebut miskin
Itu terminologi fiqih
Islam menilai si fakir lebih kuat secara mental dari si miskin
Tapi, meskipun demikian, ingat

Kaadal faqru an yakuuna kufran
Kondisi fakir bisa mendekatkan kepada sikap kafir

Kapan?
Ketika si fakir kemudian berfikir bahwa Allah sama sekali tidak menurunkan nikmat-NYA kepadanya. Padahal nikmat Allah sesungguhnya sudah berlimpah, kalau ia mau menyadarinya.

Orang yang berkemampuan diprioritaskan untuk membantu yang fakir daripada si miskin

Kenapa?
Si miskin sulit untuk berhenti meminta, meskipun kebutuhannya kini sudah tercukupi dari si pemberi. Ia kecanduan meminta, tak kuasa untuk berhenti

Begitu, mungkin salah satu dari alasan kenapa ada fatwa MUI yang melarang kita memberi pada peminta-minta yang ada di mana kita berada
Aku tidak tahu persis soal ini, karena miskinnya pengetahuanku soal rantai kemiskinan ini

Aku ingat dulu di masa kecilku, siapa-siapa yang fakir saat itu dan siapa yang berkemampuan
Aku sadar kini, pas pulang kampung, di antara mereka ada yang berhasil mengentaskan dirinya dari situasi lama

Memang,
Ada orang fakir yang masih berfikir akan lebih berdaya dan berkemampuan di kemudian hari, jika ia berusaha
Ada orang tak mampu yang tetap berfikir ia tercipta sebagai orang miskin
Itulah perbedaan yang lebih esensial antara si miskin dan si tidak miskin.

Jika si fakir berfikir positif tentang nasib
Maka, ia mungkin berani untuk melukis sketsa nasibnya di kemudian hari
Karena ia yakin bahwa ”Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri”
Apakah kemudian bisa disimpulkan bahwa yang perlu disingkirkan adalah berfikir menjadi miskin?
Aku juga miskin soal ini

Sistem sosial pun mengenal energi aktivasi
- Aktivasi pengetahuan
- Aktivasi mental
- Aktivasi sarana dan prasarana
- Aktivasi tatanan sosial
- Aktivasi modal

Ia menjadi pemicu awal, sentakan untuk mulai berubah dalam berfikir dan bertindak
Ia menjadi dorongan menuju keadaan yang memudahkan si miskin menetapkan niat dan komitmen untuk menjadi tidak miskin

Ah,
Hubungannya menjadi tidak sederhana
Setiap aktivasi membutuhkan support dari si empunya kewenangan dan tanggung jawab

Tapi, mustinya bisa dimulai
Karena landasan idealnya sangat kuat
1. ”Orang miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara” (kalau tidak salah)
2. Keberpihakan sistem nilai islam pada fakir miskin

Kapan?
Saat ini juga dari setiap kita yang mengaku beragama

Apa?
Segala upaya kreatif untuk membantu si fakir mau berubah untuk tidak miskin, setidaknya dalam pemikiran dan mental, sehingga fakir tidak berubah menjadi kafir

Wallahu a’lam

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.