Mengapa mengucap syahadat (kesaksian) menjadi rukun pertama dari rukun Islam yang lima? Apakah berarti rukun pertama lebih fundamental dari rukun-rukun yang lain? Bagiku itu pertanyaan mendasar. Jika bisa didapat jawaban yang tepat, maka fondasi berfikir kita menjadi verified, benar, dan kokoh.
Abu Jahal, yang arti harfiahnya adalah bapaknya orang bloon, menolak bersyahadat di zaman Nabi. Ia menolak bukan karena tidak mengetahui maknanya, tapi justeru karena faham betul makna dan konsekuensinya. Begitu bersaksi, maka ia harus rela menanggalkan pakaian keangkuhan jabatan, kekuasaan, kekayaan, posisi sosial dan segala atribut duniawi untuk kemudian beralih merengkuh segala atribut keridlaan Tuhannya. Dan itu konsekuensi yang belum mampu ia tanggung, sehingga ia menolak bersaksi.
Jika kita berani bersaksi, namun tidak faham betul makna dan konsekuensi kesaksian itu, bukankah kita lebih bloon dari Abu Jahal?
Jika kita berani bersaksi dan faham betul makna dan konsekuensinya, kemudian kita berani melanggarnya, bukankah kita lebih nekat menentang-NYA?
Ah,
Betapa sering kita berbuat sesuatu tanpa kita menyadarinya
Betapa sering kita tidak berbuat apa-apa padahal kita sudah memahaminya
Betapa sering kita berbuat dengan sadar bahwa kita sudah melanggar kesaksian kita
Tuhan pun bersumpah
Demi waktu
Demi pohon tiin
Demi matahari
Untuk menguatkan firman-NYA
Lalu kita meniru bersumpah atas nama-NYA
Demi Allah
Demi Tuhan
Untuk meyakinkan sumpah kesaksian kita di hadapan orang lain
Sekali seorang muslim mengangkat sumpah atas nama-NYA, kita wajib percaya padanya.
Jika sekarang ini kita jadi ragu atas sumpah-sumpah orang di sekitar kita atas nama Tuhan mereka, salahkah kita?
Bingung? Begitulah biasanya.
Itu masih mendingan daripada sumpah serapah orang-orang yang kulihat sedang berkerumun di depan televisi menyaksikan adegan kesaksian yang makin membingungkan dan menggelikan.